Berisi Trick & Tips yang berguna

.
Facebook
RSS

Alternatif Download dari 4shared Tanpa Login


Hi sobat blogger yg suka download lewat 4shared namun sering terkendala harus login dan kadang sudah login akun masih tetap tak bisa download. Nah ini ada caranya yg bisa sobat gunakan.
1. Masuk ke www.cyber4shared.com
2. Nanti masukan link download 4shared sobat. Terus klik transload.
3. Akan ada pilihan download dibawahnya. Sovat tinggal klik dan taraaa.. filenya bisa terdowload.
Semoga bermanfaat.
[ Read More ]

Play Film Kualitas HD di Netbook Intel Atom Agar Lancar

Halo sobat Blogger sekalian, kembali mr trick berikan trick buat kalian kali ini tentang cara putar video HD di Netbook. Sesuai pengalaman saya Kalau kita putar Video HD di Netbook dengan prosesor intel atom  Kalaupun bisa, gambarnya akan terlihat patah-patah atau lag (bergeraknya seperti robot), dan penggunaan prosesor bisa sampai 100% juga mengakibatkan panas berlebih. Penyebabnya adalah rata-rata netbook masih menggunakan Processor Intel Atom yang memiliki VGA Intel GMA yang tidak cocok untuk mononton Film HD dan menguras kinerja prosesor..

Nah berikut ada sedikit trick buat kalian :
1. Kita perlu instal 2 Aplikasi berikut ini:
  • CoreCodec AVC link dowload
  • Gom Player terbaru.
Ikuti prosesnya sebagai berikut: Install dulu CoreCodec AVC. Buka keygen, masukkan email dan serial key yang muncul. Hilangkan tanda centang ‘√’ pada "Haali Media Splitter"

Setelah instal jalankan CoreCodec AVC/ di setting sesuai gambar ini


2. Selanjutnya install aplikasi Gom Player

Pada Preference / di tab Video / Output type pilih Overlay Mixer (Recommended).

3. Pada menu Filter pilih tab "Disable Filters". Pada kolom Disable Internal Settings, beri tanda centang pada "Disable internal video filter(Gretech Video Filter)" untuk mematikan video filter bawaan GOM Player dan menggunakan filter external yang telah diinstall.  Jika Anda mau menggunakan audio filter eksternal juga, maka beri tanda centang pada "Disable internal audio filter(Gretech Audio Filter)" untuk mematikan audio filter bawaan GOM Player


4. Masih pada menu Filter pilih tab "Advanced Settings". Pada kolom Filter Rendering Methode pilih "Advanced: Customize filter priority". Pada kolom Filter Priority klik tombol "Add Filter". Cari di folder Core codec AVC *.ax

5. Selesai sudah semua settingan
6. Coba sobat play film kualitas HD dengan Gom Player pasti tidak patah-patah lagi. (pengalaman mr trick berhasil dengan netbook intel Atom N450 1,66Ghz).
Semoga bermanfaat.

Update!
Jika sobat menggunakan video player Klite Codec Pack atau Media player classic, sobat tinggal:
1. Ke pengaturan Options,
2. Pada External Filters Add filter. Lalu browse ke C: Program file/ CoreAVC ProfesionalEdition/ CoreAVCDecoder.ax
3. Kemudian Open.
4. Ceklist hanya CoreAVC Video Decoder
5. Disebelah kanan pilih Prefer
6. Klik OK.
7. Enjoy
Hasilnya kinerja penggunaan prosesor untuk memutar file film HD dari 80% menjadi 20%an.
Semoga bermanfaat.


[ Read More ]

Merotasi Video Di Klite Media Player Classic

Sobat blogger sekalian. Mr trick memberi trick buat kalian penggemar film atau yang hobby nonton film, kadang mengalami masalah saat menonton film dimana film yang di tonton gambarnya terbalik atau flip seperti contoh gambar di bawah ini:

Nah bagaimana solusinya? berikut mr trick beri caranya menggunakan media player classic atau klite player.
1. Buka menu view Kik Options atau Ctrl+O
2. Pastikan semua seperti gambar di bawah



3. Tekan kombinasi tombol Alt+3 berulang sesuai untuk posisi film di posisi atas bawah, kiri atau kanan. Sedang tombol Alt+2 untuk tampilan film menjadi Flip. Untuk Rotate tekan Alt+1 tahan.
Sobat bisa merubah kombinasi tombol yg digunakan pada menu "keys" setelah diubah sesuai kombinasi tombol yg kita mau terus apply dengan cara seperti pada gambar ke 2 di atas.
4. Hasilnya
Semoga bermanfaat

Sumber

[ Read More ]

Fungsi GPU Dalam Rendering di Adobe Premiere Pro CC

Sebagai seorang editor video tentu perlu membahas tentang spek komputer untuk editing, yang paling panjang pembahasannya dan cukup membuat galau adalah kartu grafis. Ketika membahas kartu grafis, yang paling sering didengar adalah kata CUDA (untuk grafis NVidia) dan Open CL(untuk AMD).

Pernahkah sobat pengguna Adobe Premiere pro CC saat membuka project muncul pemberitahuan seperti gambar di atas? "This project last was used with mercury playback engine GPU acceleration (OpenCL)." Nah berikut kita bersama akan membahas artinya apa.

Apa itu GPU?
GPU (Graphical Processing Unit). Semacam prosesor yang ada di dalam kartu grafis.

Bedanya dengan CPU (prosesor yang ada di motherboard), GPU didesain khusus untuk mengolah data gambar/grafis agar bisa tampil ke monitor dengan cepat dan tepat.

CPU hanya memiliki beberapa inti prosesor (dual-core, quad-core, octa-core) yang bekerja secara serial. Sedangkan GPU terdiri atas RIBUAN core kecil-kecil yang bekerja secara paralel.
(Ini seperti mengerjakan tugas dari guru matematika yang sangat banyak. Cara cepatnya adalah dengan kerja kelompok, masing-masing mengerjakan satu soal)

Tentunya tidak semua kartu grafis bisa melakukannya. Hanya kartu-kartu grafis yang memiliki fitur CUDA (untuk Nvidia) atau OpenCL (untuk AMD) yang memungkinkan GPU Acceleration.

Di sisi pengguna software, editor contohnya, penggunaan GPU Acceleration akan membuat proses render terasa lebih cepat dan playback lebih lancar.

Salah satu software yang mengadopsi teknologi CUDA adalah Adobe Premiere Pro CC melalui fitur yang mereka sebut Mercury Playback Engine.

Kalau kamu menggunakan Nvidia dengan fitur CUDA (lihat listnya di sini).. maka kamu akan memiliki pilihan:

Mercury Playback Engine GPU Acceleration (CUDA)
Mercury Playback Engine Software Only
(lihat di Project Settings)

Kalau yang aktif adalah yang pertama (CUDA), itu artinya kamu sedang memanfaatkan GPU Acceleration. Sedangkan “Software Only” artinya kamu tidak menggunakannya. Tentunya performanya akan lebih cepat menggunakan CUDA.

CUDA vs OpenCL
CUDA bukan satu-satunya GPU Acceleration. Saingannya adalah OpenCL.

Bedanya.. CUDA hanya eksklusif di Nvidia (karena dialah yang menciptakannya), sedangkan OpenCL bersifat open source (dikembangkan oleh banyak pihak).

Contoh yang menggunakan OpenCL adalah kartu grafis keluaran AMD.

Tapi walau begitu.. Nvidia sendiri pun support dengan OpenCL. Jadi, mungkin beberapa dari kamu yang menggunakan Nvidia (tergantung serinya), akan memiliki dua opsi itu: CUDA dan OpenCL.

Lalu lebih baik mana? CUDA atau OpenCL? Nvidia atau AMD?

Jawabannya tergantung software yang digunakan.

Menurut yang saya baca.. Kalau kamu menggunakan Nvidia, dan software yang kamu gunakan memiliki dua opsi (CUDA dan OpenCL), maka pilihlah CUDA, karena CUDA akan berjalan lebih cepat di Nvidia ketimbang OpenCL.

Sebaliknya, kalau software yang kamu gunakan hanya support OpenCL (FCP X contohnya).. maka pilihlah AMD yang memiliki fitur OpenCL. Karena OpenCL akan berjalan maksimal di AMD ketimbang OpenCL di Nvidia.

(OpenCL sendiri memang awalnya dibuat oleh Apple, maka jangan heran kalau FCPX lebih support dengan OpenCL).

Kesimpulan:
GPU Acceleration, baik itu CUDA atau OpenCL terlalu sayang untuk diabaikan karena akan mempercepat pekerjaan editing maupun desain.

CUDA dan OpenCL sangat bergantung dengan kartu grafis yang kita pilih (tidak semuanya support).. Dan tergantung dengan software yang kita pakai juga.

Maka mulai sekarang.. pastikan Kamu memilih kartu grafis yang tepat. Cara termudahnya adalah dengan melihat Minimum System Requirements di masing-masing software seperti:
●Adobe Premiere Pro CC
●CUDA Support
○Mercury Playback Engine for real time video editing & accelerated rendering
●OpenCL Support
○No specifics stated
Adobe After Effects CC
●CUDA Support
○3D ray tracing
○Multi GPU support
●OpenCL Support
○No specifics stated.
Semoga penjelasan ini bermanfaat.

Sumber: Rumah editor.com 

https://creatorup.com/enable-premiere-effects-mercury-playback-gpu-acceleration-cuda-imac-macbook-geforce-video-card/

[ Read More ]

Cara Mengetahui Jenis Font Dari Sebuah Gambar

Kali ini mr.trick berbagi trick untuk Anda yang kesulitan mengetahui jenis font dari sebuah gambar, maka Anda bisa mencoba memanfaatkan website-website berikut:

1. Font Matcherator.
Upload sebuah gambar yang ada tulisannya, maka mereka akan mengetahui jenis font nya. Begitu menurut tagline yang ada di website Font Matcherator.

2. WhatTheFont
Bagus untuk mengetahui jenis font dari sebuah gambar. Anda cukup upload gambar tersebut, baik JPG, PNG, GIF, dengan ukuran maksimumnya 2MB dan nanti sistem mereka akan menganalisa dan membantu Anda mengetahui jenis font yang ada di gambar tersebut.

3. WhatFontIs
Hampir sama cara kerjanya dengan tools web yang lain, di website WhatFontIs ini anda juga cukup mengupload sebuah gambar yang ada teks nya nanti akan diketahui jenis font nya.

Demikian ada 3 tools website yg bisa sobat manfaatkan untuk mengetahui jenis font dari sebuah gambar, anda juga bisa capture gambar dari apapun medianya, yg penting disini gambar jenis hurufnya harus jelas agar mudah diidentifikasi. Setelah sudah diketahui jenis font anda tinggal mencarinya di google, pastinya ada font yg tidak gratis/berbayar, tergantung skill anda dalam mencari font yg dituju. Hehe.
Semoga bermanfaat.

[ Read More ]

    App Phonesel
    Majalah Rohani
    Theater Film